Minggu, 14 September 2014

MENATA LAYOUT DAN PADUAN WARNA

    Membuat reklame nggak sekedar menata teks, foto, dan warna. Kalau kita asal 'tempel' bisa jadi reklame yang kita buat jadi nggak menarik. Untuk itu, penting penataan layout antara bidang kosong, foto, teks, dan elemen lain yang mungkin kita tambahkan di dalamnya.
    Prinsip yang perlu diperhatikan dalam layouting adalah mengedepankan asas keseimbangan. Bisa saja seimbang simetris, artinya bagian kanan dan kiri hampir sama. Keseimbangan asimetris juga bisa menjadi pilihan. Yang dimaksud keseimbangan asimetris, jika bagian yang satu (kiri) lebih kuat dibanding bagian yang lain.
   Beberapa layout di bawah ini adalah contoh penerapan prinsip keseimbangan :



    Hal ke dua yang juga perlu kalian perhatikan adalah perpaduan warna. Sebenarnya nggak ada warna yang harus kita hindari. Hanya saja, jika kita telah menentukan sebuah warna sebagai background, maka kita harus bisa memilih warna yang tepat untuk teks judul maupun tek penjelas. Prinsipnya, jangan memilih warna teks yang senada dengan warna background. Contoh: kalian sudah menentukan background warna biru, maka hindari penggunaan warna biru pada teks. Jika memang teks harus berwarna biru, maka pilihlah biru yang intensitasnya lebih kuat. Atau, bisa juga dengan memberi outline atau garis tepi pada huruf yang warnanya sedikit kontras dengan background.
     Berikut ini beberapa alternatif perpaduan warna dengan teks.

Kamis, 28 Agustus 2014

TUGAS SENI BUDAYA - SENI RUPA 2 DIMENSI

Buatlah reklame visual yang bersifat non profit dengan tujuan memperkenalkan pariwisata Kabupaten Bantul, khususnya potensi wisata di daerah pesisir.
Karya harus memuat bagian utama dan bagian tambahan.
Ukuran kertas A4
Karya dibuat dalam format .jpeg dan diupload di fb dan ditandai ke fb pak gami.
Gambar pendukung dapat mengambil galeri gambar di bawah ini :



Gumuk Pasir Parang Tritis 1

Gumuk Pasir Parang Tritis2

Pantai Parang Tritis 1

Pantai Parang Tritis 2

Pantai Gua Cenara 1

Pantai Gua Cenara 2

Konservasi Penyu di Samas

Mangrove di Baros Kretek

Seni Reklame

Reklame berasal dari kata Re  yang artinya kembali, diulang-ulang dan Clamao yang artinya seruan. jadi, menurut asal katanya, reklame adalah seruang yang diulang-ulang. Tujuan dari reklame adalah sebagai alat promosi, propaganda/kampanye, maupun pengenalan sebuah produk.

Jika dilihat dari tujuannya, reklame dibagi menjadi dua yaitu reklame profit dan reklame non profit. Reklame profit adalah reklame yang dibuat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomis secara langsung. Sedang reklame non profit adalah reklame yang dibuat dengan tujuan non ekonomis, misalnya bersifat himbauan, ajakan, dan larangan.

Secara umum, reklame memiliki bagian-bagian :
1. Bagian Utama, yaitu bagian yang harus ada dalam sebuah reklame, antara lain :
  • Head Line atau Judul
  • Body Copy Text (BCT) yaitu teks yang menjelaskan produk yang ditawarkan. BCT biasanya menjawab 6 pertanyaan yaitu 5 W (what, when, who, why, where) dan 1 H (how)
  • Ilustrasi atau gambar yang menerangkan produk. Gambar atau illustrasi yang digunakan bisa saja merupakan produk yang ditawarkan, bisa juga kesan yang muncul saat seseorang menggunakan produk yang ditawarkan.
  • Logo, yaitu lambang/merk dagang perusahaan yang mengeluarkan produk.
2. Bagian Tambahan
  • Sub Head Line(SHL), yaitu teks yang berfungsi untuk menegaskan judul. Misalnya koran Kedaulatan Rakyat memiliki SHL "Suara Hati Nurani Rakya" atau TV One punya sub judul "Memang Beda", dst.
  • Banner, artinya "yang melintas". Banner seringkali dimunculkan dalam reklame visuat untuk memberikan penawaran khusus yang bersifat sementara. Misalnya : Setiap pembelian 2 bungkus Mie X berhak mendapatkan piring cantik.
  • Splash, artinya "cipratan". Ini juga berfungsi untuk memberikan penawaran yang bersifat sangat khusus dan sementara. Misalnya : diskon 30%         New    , dst
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat reklame
  1. Menarik Perhatian. Konsep utama reklame adalah menarik perhatian. Karenanya, sangat dianjurkan untuk membuat reklame secara kreatif agar bisa menarik perhatian orang lain. Cara menarik perhatian bisa melalui warna-warna yang kuat, bisa dengan teks yang 'menggoda', bisa juga menggunakan gambar-gambar yang menarik.
  2. Mampu memengaruhi pendapat. Setelah publik tertarik pada reklame yang kita buat, maka kesempatan selanjutnya adalah memengaruhi opini mereka agar tertarik menggunakan atau mengikuti apa yang kita reklamekan. Tentu saja ini sangat ditentukan oleh kekuatan kita mengolah kata-kata menjadi sebuah teks yang persuasif.
  3. Mampu Menguasai Publik. Jika publik telah terpengaruhi opininya, biasanya ia akan mengikuti apa yang menjadi perintah dalam reklame. Mereka akan membeli produk dan menjadi konsumen yang fanatik terhadap produk-produk yang kita iklankan. Saat utulah, reklame yang kita buat dikatakan berhasil.
Jenis-jenis reklame visual :
  • Spanduk
  • Baliho
  • Poster
  • Iklan
  • Katalog
  • Panflet
  • Selebaran
  • Booklet
  • Etiket
  • Stiker
Contoh reklame komersial/profit





Contoh reklame non profit



Add caption




Jumat, 15 Agustus 2014

Mengenal Karya Seni Rupa 2 Dimensi

Karya seni rupa dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. Karya seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki 2 ukuran saja yaitu panjang dan lebar. Sedangkan karya seni rupa 3 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki 3 ukuran (panjang, lebar, tinggi atau tebal.
Contoh karya seni rupa 2 dimensi :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3rhy3AbFenKGRDUdIIeJQwheSPv_1v15dFtjFSgvNysQIgPu7lYIKDpfuxFr6x6E7KIXB_P5uFUnbBAbE5mWX-2vs1Z5FJN460mxJcYHVOVp7Jcz_zoYpqbkf-FRYYgiMCBKO2GXNbek/s1600/affandi(SOLD+OUT).jpg

Contoh karya seni rupa 3 dimensi
http://jogjanews.com/wp-content/uploads/2010/12/Seni-patung-dunadi.jpg

Berdasarkan Fungsinya, karya seni rupa dibagi menjadi 2 yaitu
1.  karya seni rupa murni
Contoh karya seni murni
http://indonesiaartnews.or.id/galeri/2604111039exposign.jpg
 2. karya seni rupa terapan
Contoh karya seni rupa terapan