Kamis, 28 Agustus 2014

Seni Reklame

Reklame berasal dari kata Re  yang artinya kembali, diulang-ulang dan Clamao yang artinya seruan. jadi, menurut asal katanya, reklame adalah seruang yang diulang-ulang. Tujuan dari reklame adalah sebagai alat promosi, propaganda/kampanye, maupun pengenalan sebuah produk.

Jika dilihat dari tujuannya, reklame dibagi menjadi dua yaitu reklame profit dan reklame non profit. Reklame profit adalah reklame yang dibuat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomis secara langsung. Sedang reklame non profit adalah reklame yang dibuat dengan tujuan non ekonomis, misalnya bersifat himbauan, ajakan, dan larangan.

Secara umum, reklame memiliki bagian-bagian :
1. Bagian Utama, yaitu bagian yang harus ada dalam sebuah reklame, antara lain :
  • Head Line atau Judul
  • Body Copy Text (BCT) yaitu teks yang menjelaskan produk yang ditawarkan. BCT biasanya menjawab 6 pertanyaan yaitu 5 W (what, when, who, why, where) dan 1 H (how)
  • Ilustrasi atau gambar yang menerangkan produk. Gambar atau illustrasi yang digunakan bisa saja merupakan produk yang ditawarkan, bisa juga kesan yang muncul saat seseorang menggunakan produk yang ditawarkan.
  • Logo, yaitu lambang/merk dagang perusahaan yang mengeluarkan produk.
2. Bagian Tambahan
  • Sub Head Line(SHL), yaitu teks yang berfungsi untuk menegaskan judul. Misalnya koran Kedaulatan Rakyat memiliki SHL "Suara Hati Nurani Rakya" atau TV One punya sub judul "Memang Beda", dst.
  • Banner, artinya "yang melintas". Banner seringkali dimunculkan dalam reklame visuat untuk memberikan penawaran khusus yang bersifat sementara. Misalnya : Setiap pembelian 2 bungkus Mie X berhak mendapatkan piring cantik.
  • Splash, artinya "cipratan". Ini juga berfungsi untuk memberikan penawaran yang bersifat sangat khusus dan sementara. Misalnya : diskon 30%         New    , dst
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat reklame
  1. Menarik Perhatian. Konsep utama reklame adalah menarik perhatian. Karenanya, sangat dianjurkan untuk membuat reklame secara kreatif agar bisa menarik perhatian orang lain. Cara menarik perhatian bisa melalui warna-warna yang kuat, bisa dengan teks yang 'menggoda', bisa juga menggunakan gambar-gambar yang menarik.
  2. Mampu memengaruhi pendapat. Setelah publik tertarik pada reklame yang kita buat, maka kesempatan selanjutnya adalah memengaruhi opini mereka agar tertarik menggunakan atau mengikuti apa yang kita reklamekan. Tentu saja ini sangat ditentukan oleh kekuatan kita mengolah kata-kata menjadi sebuah teks yang persuasif.
  3. Mampu Menguasai Publik. Jika publik telah terpengaruhi opininya, biasanya ia akan mengikuti apa yang menjadi perintah dalam reklame. Mereka akan membeli produk dan menjadi konsumen yang fanatik terhadap produk-produk yang kita iklankan. Saat utulah, reklame yang kita buat dikatakan berhasil.
Jenis-jenis reklame visual :
  • Spanduk
  • Baliho
  • Poster
  • Iklan
  • Katalog
  • Panflet
  • Selebaran
  • Booklet
  • Etiket
  • Stiker
Contoh reklame komersial/profit





Contoh reklame non profit



Add caption




Tidak ada komentar:

Posting Komentar